Alpukat merupakan satu-satunya buah yang memberikan jumlah asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA/ monounsaturated fat acids) yang baik untuk kesehatan.

Selain lezat dan bisa diolah dalam berbagai cara, terdapat 20 vitamin dan mineral di dalamnya yang baik untuk menjaga kesehatan lambung dan pencernaan.

Manfaat Alpukat Untuk Kesehatan Lambung dan Pencernaan

Kandungan dan Nutrisi Alpukat


Berdasarkan data dari Nutrient Database dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 40 gram alpukat mengandung setidaknya:
  • 64 kalori
  • 6 gram lemak
  • 3,4 gram karbohidrat
  • Kurang dari 1 gram gula
  • 3 gram serat

Salah satu manfaat alpukat adalah menjadi sumber vitamin C, E, K, dan B-6 yang baik, serta riboflavin, niasin, folat, asam pantotenat, magnesium, dan kalium.

Vitamin B yang terkandung di dalam alpukat, yakni tiamin (B1), riboflavin (B2), dan niasin (B3). Ketiganya dapat membantu tubuh mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi.

Niasin juga mampu melawan peradangan dalam tubuh dan melindungi pembuluh darah arteri, dengan menurunkan kadar ‘kolesterol jahat’ dan trigliserida.

Manfaat Alpukat Untuk Kesehatan Lambung dan Pencernaan


Alpukat bermanfaat mengatasi GERD karena kaya akan serat yang larut maupun tidak larut. Alpukat menenangkan usus, mencegah sembelit serta mencegah peradangan pada usus atau gejala yang sama. 

Semua kandungan yang ada di dalam alpukat itu menyebabkan orang yang mengonsumsi alpukat dapat mengurangi peradangan, meningkatkan kadar kolesterol dan mengeluarkan cairan empedu dan lambung untuk menjaga keasaman. 

Dengan terjaganya keasaman dalam perut, makanan yang dikonsumsi akan dicerna dengan lebih efisien. 

Alpukat juga mengandung alkali yang artinya buah alpukat memiliki tingkat PH yang tinggi sehingga alpukat kaya akan antioksidan dan menjadi salah satu kunci yang membantu mengurangi refluks asam. 

Alpukat yang relatif tinggi lemak, yaitu sekitar 15%, dapat digunakan untuk mengisi perut lapar yang dapat bertahan tiga hingga lima jam (efektif tiga jam) tanpa adanya keinginan makan lagi.

Hal tersebut menyebabkan perasaan perut kenyang lebih lama sehingga berpotensi makan dengan kalori yang sedikit. Hal ini dapat digunakan untuk orang yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas. 


Penderita GERD juga dapat menggunakan buah alpukat sebagai makanan untuk menghindari asam lambung karena dengan memakan setengah buah alpukat, keinginan untuk makan akan menurun hingga tiga jam kemudian

Orang depresi sering melaporkan adanya masalah lambung atau percernaan sehingga mengakibatkan mual atau muntah. 

Ini dikarenakan depresi mengubah respon otak terhadap stres dengan menekan aktivitas di hipotalamus, kelenjar hipofisis, dan kelenjar adrenal.

Makan lemak tak jenuh tunggal yang terdapat pada alpukat bisa mengurangi depresi dan membantu tubuh dalam menyeimbangkan asupan lemak dapat membantu mengendalikan depresi.

Selain itu, dalam buah alpukat yang memiliki jumlah folat yang tinggi telah terbukti membantu menjaga bahan kimia, dopamin, dan serotonin yang baik bagi otak.

Post a Comment